top of page

Latest News

ZEEKR Perkuat Posisi sebagai Brand EV Mewah Geely, Tampilkan Lini Lengkap di Auto China 2026
ZEEKR, brand mobil listrik mewah punya Geely, lagi serius ngegas di pasar global. Di ajang Auto China 2026, mereka pamerin lini lengkap dan teknologi terbaru. Buat kita di Indonesia, ini kayak kisi-kisi model apa aja yang bakal mampir setelah ZEEKR 009 dan 7X resmi hadir di IIMS 2026. ZEEKR 009 Kini Ada 7 Seater! Yang paling hangat, ZEEKR 009 versi terbaru udah bisa dipesan. Kabar baiknya, sekarang tersedia konfigurasi 7 kursi. Cocok banget buat keluarga modern yang butuh MPV mewah listrik buat harian maupun perjalanan jauh. Di Tiongkok, versi 6 kursinya jadi best seller, lho. Sekarang giliran versi 7 kursi yang siap memanjakan eksekutif dan keluarga. SUV Hybrid Kencang: ZEEKR 8X & 9X Selain MPV, ZEEKR juga bawa dua SUV hybrid garang: 8X dan 9X. ZEEKR 8X: Pakai platform 900V, tenaga tiga motor sampai 1.030 kW. Bayangin, dari 0 ke 100 km/jam cuma 2,96 detik! Ini salah satu SUV hybrid tercepat di dunia. Cocok buat yang pengin mobil keluarga tapi berasa sportscar. ZEEKR 9X: Model ini sudah laris manis di Tiongkok. Sendirian nyumbang sepertiga penjualan SUV hybrid di harga Rp1,6 m ke atas. Keren, kan? Teknologi SEA: Fondasi Keren di Balik Semua Semua model ini dibangun di atas platform SEA dan teknologi Super Electric Hybrid dari Geely. Platform ini aman, bisa di-update software-nya, dan gampang disesuaikan dengan aturan di tiap negara, termasuk Asia Tenggara. Ada juga digital chassis berbasis AI yang bikin berkendara makin stabil dan nyaman. Kabar baik buat yang di Indonesia, karena di sini fitur keselamatan dan teknologi canggih mulai jadi incaran. Bonus: Model Lain Penopang Volume Supaya gak bosan, ZEEKR juga pamerin ZEEKR 007, 007 GT, dan 001 Anniversary Edition. Lengkap deh, dari MPV, SUV, sampai sedan dan GT listrik. Apa Artinya Buat Indonesia? Dengan sudah masuknya ZEEKR 009 dan 7X ke Indonesia, pameran di Auto China ini kayak teaser bahwa model-model keren lain (termasuk 8X dan 9X) punya potensi besar menyusul ke Tanah Air. Strategi Geely makin jelas: bawa mobil listrik premium ke Indonesia, baik buat keluarga maupun eksekutif.
OMODA & JAECOO Bidik Penjualan 1 Juta Unit Per Tahun
OMODA & JAECOO baru saja merayakan penjualan satu juta unit kendaraan dalam tiga tahun dan langsung menaikkan target: satu juta unit per tahun mulai 2027! Strategi baru mereka, “From Million To Annual Million”, diumumkan dalam Chery International Business Summit akhir April lalu. Saat ini mereka sudah ada di 69 negara dengan 1.364 dealer, dan berencana memperluas ke lebih dari 108 negara dalam beberapa tahun ke depan. Yang bikin menarik, brand ini fokus banget pada generasi muda. Mereka melibatkan pengguna langsung dalam proses desain dan pengembangan produk — mulai dari penamaan hingga fitur mobil. Gak cuma teknologi canggih, mereka juga peduli pada gaya hidup dan kebutuhan pengguna muda di seluruh dunia. Bahkan, mereka mengundang 16 pengguna dari lima benua dalam sebuah acara khusus untuk menunjukkan berbagai cerita inspiratif, termasuk dari Indonesia — seperti Veronica yang pakai JAECOO J5 EV untuk aktivitas outdoor, atau Madeline yang baru berusia 17 tahun dan menjadikan OMODA 5 sebagai bagian dari perjalanan dewasanya. Teknologi juga terus dikembangkan, seperti sistem parkir otomatis Valet Parking Driver (VPD) dan peningkatan kendaraan energi baru yang sudah mencapai 65% dari total penjualan global. Di Indonesia, penjualan JAECOO J5 EV juga terus meningkat sepanjang 2026. Intinya, OMODA & JAECOO nggak cuma jual mobil — mereka bikin kendaraan yang relevan, tech-driven, dan dekat dengan kehidupan anak muda di mana pun.
JETOUR Makin Gahar di Auto China 2026: Bawa Strategi "Travel+" yang Nggak Cuma Jualan Mobil
Beijing, 24 April 2026 – JETOUR International resmi pamer gigi di ajang Auto China 2026. Kali ini mereka nggak cuma bawa mobil-mobil keren, tapi juga strategi anyar bernama "Travel+" yang konsepnya lebih dari sekadar roda empat. Filosofi ini sekarang berkembang jadi representasi gaya hidup, koneksi emosional, hingga jembatan antara manusia, budaya, dan pengalaman perjalanan. “Travel+ bukan cuma atribut produk. Ini gaya hidup,” ujar Mr. Ke Chuandeng, Presiden JETOUR International. Dua Merek Sekaligus, Satu Sinergi Kuat Untuk pertama kalinya, JETOUR nampilin dua merek sekaligus: JETOUR dan SOUEAST. Ini bentuk sinergi strategis dalam satu ekosistem otomotif yang komplet. Artinya, pilihan buat konsumen makin banyak, sesuai gaya jalan-jalan masing-masing. Deretan SUV Kekinian: Irit, Tangguh, dan Canggih Di ajang ini, JETOUR membawa beberapa model unggulan: JETOUR T2 i-DM SUV PHEV dengan mesin hybrid 1.5TD + 3DHT. Tenaga 280 kW, torsi 610 Nm, tapi irit BBM dan mampu tempuh lebih dari 1.000 km dalam sekali isi. JETOUR G700 SUV off-road premium yang super garang. Tenaga 665 kW, torsi 1.135 Nm, akselerasi 0–100 km/jam cuma 4,6 detik. Dilengkapi tiga differential lock, suspensi udara adaptif, dan bisa menyeberang genangan air setinggi 970 mm. Nyaman di dalam, buas di luar. SOUEAST S08 DM Pelengkap strategi multi-brand, cocok buat kebutuhan mobilitas yang makin beragam. Komunitas dan Aktivitas: JETOUR Nggak Sendirian JETOUR sadar, perjalanan seru rasanya kalau bareng-bareng. Makanya mereka sudah membentuk lebih dari 300 komunitas JETOUR di berbagai negara. Sepanjang 2025, ada 500+ aktivitas komunitas yang digelar di seluruh dunia. Plus, program personalisasi untuk model T1, T2, dan G700 udah tersedia di 30+ negara. Kolaborasi Kelas Dunia: Dari Alan Walker hingga Aktivis Konservasi Biar makin mendunia, JETOUR gandeng sejumlah tokoh internasional: Alan Walker – Brand Ambassador sekaligus produser EDM dunia. Paul Scher – Art Consultant yang menghubungkan seni, desain, dan identitas merek. Mo Farah – Brand Partner, merepresentasikan ketangguhan dan performa. Hazen Audel – Penjelajah dan pembawa acara dokumenter. Laurie Marker – Ilmuwan dan pendiri Cheetah Conservation Fund, bukti komitmen JETOUR terhadap alam dan keberlanjutan. Travel+ Juga Soal Sepak Bola, Marathon, dan Festival JETOUR nggak cuma main di dunia otomotif. Sejak 2020, mereka sudah mendukung berbagai event sepak bola di Afrika, Amerika Selatan, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara. Mereka juga jadi mitra utama di Malaysia National Marathon dan LIWA International Festival di Uni Emirat Arab. Kolaborasi dengan Alan Walker di Auto China 2026 jadi simbol perpaduan antara musik elektronik dan semangat off-road. Keren, kan? Penjualan Moncer, Penggemar Miliaran? Sejauh ini, JETOUR udah mencatatkan penjualan lebih dari 2,27 juta unit di 100+ negara dan didukung oleh lebih dari 50 juta penggemar di seluruh dunia. Ekspornya tembus 50 negara, dari Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, Asia-Pasifik, hingga CIS. Di Indonesia sendiri, JETOUR udah memperkenalkan tiga model: JETOUR T2, JETOUR DASHING, dan JETOUR X70 Plus. JETOUR bukan cuma produsen SUV. Mereka ingin jadi bagian dari gaya hidup petualangan lo, dengan dukungan teknologi hybrid, komunitas yang solid, dan kolaborasi global yang kekinian. Jadi, siap jalan-jalan bareng JETOUR?
Uji Kendara JETOUR G700 & JETOUR T2 i-DM Taklukkan Berbagai Rintangan, Tunjukkan Ketangguhan dan Kecanggihan Teknologi JETOUR
JETOUR sukses menggelar acara test drive eksklusif bagi lebih dari 200 perwakilan media dan influencer dari berbagai negara di dunia, diantaranya Indonesia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Asia-Pasifik, hingga kawasan CIS (Commonwealth of Independent States). Acara test drive yang dilaksanakan di kawasan Beijing Haidian Airport ini menghadirkan pengalaman berkendara melalui sesi test drive eksklusif yang dirancang untuk membuktikan langsung kapabilitas kendaraan unggulannya, yaitu JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM dalam berbagai kondisi berkendara. “Melalui sesi test drive ini, kami memastikan bahwa setiap inovasi JETOUR tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dapat dirasakan secara langsung. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan engalaman Travel+ yang mengintegrasikan teknologi, performa, dan gaya hidup dalam satu perjalanan,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia. JETOUR G700: All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV JETOUR G700 merupakan All-Terrain Premium Hybrid Off-road SUV yang menghadirkan desain eksterior tangguh dengan postur berkendara berkarakter kuat yang merepresentasikan evolusi dari DNA rugged menuju ekspresi baru kemewahan yang lebih modern dan berkelas dalam dalam sebuah teknologi. Dari sisi kenyamanan, G700 dilengkapi sistem audio premium Lexicon yang dikembangkan bersama Rolls Royce untuk menghadirkan pengalaman akustik setara teater, serta kursi multifungsi premium dengan meja, sandaran kaki, dan fitur pijat 8 titik dengan 8 mode yang dapat disesuaikan. Hal ini menjadikan JETOUR G700 sebagai representasi standar baru kemewahan dalam pengalaman berkendara off-road. JETOUR G700 menghadirkan pengalaman berkendara yang komprehensif melalui berbagai skenario test drive seperti akselerasi, pengereman (braking), U-turn, slalom, hingga melintasi jalanan bergelombang yang menguji stabilitas dan kontrol kendaraan. Dalam setiap manuver, JETOUR G700 menunjukkan respons tenaga yang kuat sekaligus presisi handling yang tetap terjaga di berbagai kondisi pengujian. Pengujian berlanjut pada sesi off-road ride-along yang membawa kendaraan melewati rintangan ekstrem seperti big hump, side slope, cross-axle, hingga roller ramp yang merepresentasikan medan berat sesungguhnya. Pada kondisi ini, GAIA Architecture dan sistem tiga differential lock bekerja secara optimal untuk memastikan traksi tetap maksimal di berbagai permukaan. JETOUR G700 juga menunjukkan kapabilitas performa tinggi dengan akselerasi yang responsif dari 0–100 km/jam dalam 4,6 detik, didukung kemampuan melintasi genangan air hingga 970 mm. Seluruh sistem bekerja secara harmonis untuk menghadirkan pengalaman berkendara hybrid off-road yang tidak hanya tangguh, tetapi juga stabil, presisi, dan penuh kontrol di berbagai kondisi ekstrem. JETOUR T2 i-DM: Sinergi Efisiensi dan Performa untuk Pengalaman Berkendara Optimal JETOUR T2 i-DM hadir sebagai SUV Plug-in Hybrid (PHEV) yang memadukan karakter tangguh dan modern dengan fleksibilitas tinggi untuk berbagai kebutuhan mobilitas. JETOUR T2 i-DM mengusung mesin hybrid 1.5TD-3DHT dengan total tenaga 280 kW dan Torsi 610 Nm yang menggabungkan efisiensi, kecerdasan, dan kebebasan eksplorasi dalam satu konsep Travel Hybrid SUV. Kendaraan ini tampil dengan desain eksterior berkarakter kuat serta interior modern yang memadukan kemewahan dan fungsionalitas, memberikan kenyamanan premium dalam setiap perjalanan di berbagai kondisi. Pada sesi uji kendara, JETOUR T2 i-DM menunjukkan kemampuan yang seimbang antara tenaga responsif dan daya jelajah optimal melalui berbagai pengujian seperti akselerasi, pengereman, U-turn, slalom, hingga melintasi jalan bergelombang. Hasilnya menghadirkan respons yang cepat, handling yang stabil, serta karakter berkendara yang lebih rugged di berbagai medan. JETOUR T2 i-DM juga dirancang untuk memperluas ruang petualangan melalui efisiensi energi dan fleksibilitas, sehingga mendukung perjalanan jarak jauh dengan lebih optimal dan penuh rasa percaya diri. Kenyamanan menjadi nilai tambah melalui kabin yang senyap dan sistem audio imersif, dipadukan dengan teknologi cerdas seperti Snapdragon 8155 Smart Chip dan layar kontrol 15,6 inci yang menghadirkan pengalaman berkendara lebih intuitif dan terhubung. Beragam fitur fungsional seperti 540° panoramic imaging, suplai daya eksternal 3.3 kW, serta parking air conditioning semakin menegaskan peran JETOUR T2 i-DM sebagai partner perjalanan yang adaptif mendukung gaya hidup aktif, baik untuk mobilitas harian maupun eksplorasi. “Melalui pengalaman ini, kami ingin menunjukkan perbedaan karakter yang kuat dari masing-masing model. JETOUR G700 dirancang untuk menghadapi medan ekstrem dengan performa maksimal, sementara JETOUR T2 i-DM menawarkan fleksibilitas dan efisiensi untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Keduanya sangat relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, baik untuk penggunaan harian maupun eksplorasi,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia. Partisipasi media ini menjadi panggung untuk JETOUR menghadirkan pengalaman “Travel+” secara menyeluruh, mulai dari lini produk yang ditampilkan, demonstrasi teknologi hybrid off-road, hingga sesi test drive yang memungkinkan media merasakan langsung performa kendaraan dari jalanan kota hingga simulasi medan ekstrem. Momentum ini sekaligus menegaskan langkah JETOUR dalam mendefinisikan ulang pengalaman berkendara, di mana setiap perjalanan tidak lagi sekadar mobilitas, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup eksploratif masa kini.
Changan Group Perkenalkan “Vast Ocean Plan 2.0” yang Diperbarui dan BlueCore Hybrid Generasi Terbaru di Auto China 2026
Changan Group hari ini mengumumkan pembaruan Vast Ocean Plan 2.0 di Auto China 2026, Beijing, Tiongkok, yang menandai tahap baru dalam strategi ekspansi globalnya dan menegaskan kembali komitmen jangka panjang terhadap pasar internasional. Pada acara yang sama, Changan Group juga memperkenalkan versi terbaru BlueCore Hybrid dari EADO generasi keempat dan CS75 PLUS, yang membawa teknologi hybrid terbaru ke dua model andalannya. Pengumuman ini merupakan lanjutan dari kerangka strategi 1+4+4+5; yang baru diperkenalkan oleh Changan, yang memposisikan globalisasi sebagai prioritas utama transformasi jangka panjang dan menetapkan target pertumbuhan lima kali lipat hingga tahun 2030, termasuk penjualan kendaraan di luar negeri. “Hari ini, kami meluncurkan Vast Ocean Plan 2.0 dengan tekad yang lebih kuat dan pola pikir yang lebih terbuka,” ujar Zhao Fei, General Manager Changan Group. “Kami akan tetap mengikuti prinsip utama, yaitu pengembangan jangka panjang, lokalisasi, sistematisasi, dan praktik ESG seraya bertransformasi dari model berbasis ekspor menjadi operasi global terintegrasi yang mencakup manufaktur, penjualan, investasi, layanan, dan sustainability,” Peta Jalan Global yang Lebih Kuat Pada tahun 2025, Changan mencatat penjualan luar negeri sebanyak 637.000 unit, dan naik 18,9% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, Changan juga memperluas kehadirannya ke 21 pasar, meluncurkan 12 model baru, dan kini beroperasi di 118 negara melalui 1.124 jaringan penjualan. Jejak globalnya mencakup 22 basis manufaktur luar negeri dengan kapasitas gabungan tahunan sebesar 350.000 unit. Hingga akhir 2025, portofolio internasional Changan telah berkembang menjadi 41 model, termasuk 25 kendaraan bermesin konvensional dan 16 kendaraan energi baru (NEV). Vast Ocean Plan 2.0 menandai perubahan dari “going global” menjadi “taking root locally” dan dari penjualan berbasis ekspor, menjadi operasi global yang lebih sistematis dan terstruktur. Dalam rencana terbaru ini, target strategis berkembang dari empat ambisi awal menjadi target pertumbuhan lima kali lipat hingga 2030 yang mendukung peningkatan menyeluruh dalam penjualan, keuntungan, dan brand value. Vast Ocean Plan Terbaru: Pembaruan Tujuh Strategi Menuju ke tahun 2030, Changan Group menargetkan penjualan kendaraan ke pasar Internasional sebesar 1,5 juta unit, dengan ambisi hingga 1,8 juta unit. Secara regional, Changan Group bertujuan memperkuat daya saing di pasar internasional utama. Targetnya termasuk menjadi merek China terdepan di Eropa, masuk 5 besar merek global di Eurasia, serta mencapai posisi 10 bahkan 5 besar di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan. Untuk mendukung dalam mencapai target tersebut, Vast Ocean Plan 2.0 ini akan berfokus pada tujuh pembaruan: 1. Peningkatan pada teknologi: dimana pendekatan akan lebih berpusat pada kebutuhan pengguna terutama soal keselamatan, efisiensi, dan mobilitas cerdas yang menggabungkan BlueCore Hybrid, SDA Intelligence, dan solusi energi generasi terbaru untuk menghadirkan inovasi yang praktis dengan nilai nyata. 2. Peningkatan pada produk: Beralih dari pengembangan yang berpusat di China ke pengembangan yang mengutamakan global dengan penyesuaian di tiap wilayah. Changan Group akan mempertahankan standarisasi platform global, namun menyesuaikan kebutuhan lokal dan mengembangkan produk unggulan kelas dunia. 3. Peningkatan pada merek: Memperkuat posisi dalam teknologi, keandalan, dan kepercayaan pengguna. 4. Peningkatan model kemitraan: Memperluas kerja sama dalam teknologi, manufaktur, dan pengembangan pasar. 5. Peningkatan pada investasi: Mengutamakan riset dan pengembangan, peningkatan layanan, serta pengembangan ekosistem. 6. Peningkatan pada layanan: Meningkatkan layanan purna jual global dengan respons lebih cepat serta dukungan lokal yang lebih kuat. 7. Peningkatan pada tim: Membangun tim internasional yang memiliki kemampuan lokal, kompeten, dan memahami pasar lebih mendalam. Secara keseluruhan, peningkatan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan global jangka panjang, mencapai target pertumbuhan, serta memberikan pengalaman mobilitas yang lebih baik dan bernilai bagi pengguna di seluruh dunia. Kemajuan dalam Teknologi Hybrid dan Logistik Tanpa Awak Seiring peluncuran Vast Ocean Plan 2.0, Changan juga menampilkan dua jalur teknologi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas nyata, yakni dimulai dari efisiensi hybrid generasi baru untuk kendaraan penumpang, hingga teknologi otonom yang lebih aman untuk logistik komersial. Dalam pameran tersebut, CHANGAN KAICHENG juga memperkenalkan Robovan, kendaraan logistik tanpa awak yang dibangun di atas arsitektur SDA dan dilengkapi sistem redundansi berlapis (termasuk redundansi ganda brake-by-wire). Robovan dirancang untuk mendukung pengiriman last-mile yang lebih aman dalam kondisi lalu lintas yang kompleks. Kendaraan ini dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca, cocok untuk penggunaan jangka panjang, serta telah menjalin kerja sama strategis dengan JD Logistics, dengan batch pengiriman dan aplikasi berskala yang sedang berlangsung. Selain itu, Changan juga memperkenalkan versi BlueCore Hybrid dari EADO generasi keempat dan CS75 PLUS. Peluncuran ini melanjutkan debut teknologi BlueCore Hybrid pada 30 Maret, yang dikembangkan di China untuk pengguna global. BlueCore Hybrid sendiri dibangun di atas arsitektur hybrid cerdas iDE-H dan menggabungkan tiga komponen utama dengan sistem kontrol pintar. Teknologi ini dirancang untuk menyeimbangkan efisiensi bahan bakar, performa, dan kekedapan kabin. Efisiensi bahan bakar, didukung oleh mesin hybrid dengan injeksi langsung tekanan tinggi 500 bar, tiga sistem listrik berefisiensi tinggi, dan kontrol AI berbasis cloud, yang memampukan kendaraan untuk mengelola energi secara cerdas sehingga penggunaan bahan bakar semakin rendah. EADO BlueCore Hybrid generasi keempat juga mencatat konsumsi bahan bakar minimum yang telah diuji media dengan hasil 1,6 L/100 km, dimana rata-rata penggunaan hariannya adalah sebesar 3,87 L/100 km dengan jarak tempuh hingga 1.500 km dalam satu pengisian penuh. Keandalan, didukung hampir 1.500 paten inti, BlueCore Hybrid telah melalui 20.000 jam bench testing dan 2 juta kilometer uji jalan, termasuk uji peledakan ban berkecepatan tinggi hingga 225 km/jam. CS75 PLUS BlueCore Hybrid generasi keempat yang berada di segmen SUV, menonjolkan efisiensi energi dan konfigurasi pintar. Dengan konsumsi bahan bakar sekitar 3 L/100 km, kendaraan ini juga dilengkapi suspensi peredaman berkelanjutan CDC yang eksklusif di segmen ini, dirancang untuk meningkatkan kenyamanan berkendara dan stabilitas mengemudi. AVATR juga memperkenalkan “Vision Car” pertamanya, yaitu VISION XPECTRA, secara perdana di Asia yang menonjolkan filosofi desain Emotive Luxury. Model baru AVATR 12 dan AVATR 06T ini juga tampil perdana di Auto China 2026 dengan peningkatan performa, kecerdasan, handling, dan keselamatan. Selain itu, DEEPAL juga menampilkan enam model unggulannya, termasuk DEEPAL L06 Max, DEEPAL 560 Max, dan DEEPAL 670 Max. DEEPAL L06 REEV juga untuk pertama kalinya diperkenalkan. Kendaraan ini menawarkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas bagi pengguna di seluruh dunia. Babak Baru dalam Ekspansi Global Dengan Vast Ocean Plan 2.0, Changan berfokus untuk memperluas kehadirannya di kancah internasional sekaligus memperkuat kemampuan global jangka panjang dalam teknologi, produk, pengembangan merek, dan operasional. Melalui teknologi hybrid generasi baru dan beragam model global, Changan Group akan terus membawa inovasi otomotif dari Tiongkok ke pasar yang lebih luas serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan di seluruh dunia.
JETOUR G700 Pecahkan Rekor! Menyeberangi Sungai Sejauh 1,2 Km dalam 10 Menit
JETOUR melalui lini kendaraan off-road premiumnya, JETOUR G700 Supreme Navigation Edition, berhasil menyelesaikan latihan penyelamatan darurat dengan menyeberangi Sungai Minjiang sejauh sekitar 1,2 kilometer dalam waktu 10 menit. Kehadiran JETOUR G700 di Sungai Minjiang bukan sekadar mengulang pencapaian legendaris, melainkan menjadi uji nyata kapabilitas teknologi dalam menghadapi kondisi perairan ekstrem khas perairan setempat, sekaligus memperkuat fondasi perlindungan keselamatan yang komprehensif. JETOUR G700 mencetak tiga rekor industri, yaitu kendaraan off-road produksi massal pertama di Tiongkok yang menyeberangi Sungai Minjiang, yang pertama melakukan latihan darurat profesional di sungai tersebut, serta yang pertama menguji kemampuan perlindungan kendaraan di permukaan air. Sungai Minjiang dikenal memiliki karakter hidrologi yang menantan, mulai dari arus deras di wilayah hulu, ngarai dalam di bagian tengah, hingga jaringan sungai dan lahan basah di hilir. Area Houguan yang menjadi lokasi pengujian memiliki arus bercabang dengan pusaran dan arus bawah yang kompleks, dengan kecepatan aliran mencapai 2 m/detik dan kedalaman lebih dari 8 meter. Pada saat pengujian, kondisi cuaca berkabut tebal, visibilitas rendah, serta gelombang ringan. Dalam situasi tersebut, kendaraan tetap mampu menjalankan berbagai manuver penyelamatan dan menuntaskan penyeberangan sejauh 1,2 kilometer dalam waktu sekitar 10 menit, membuktikan kesiapan teknologi untuk kebutuhan penyelamatan darurat di kondisi nyata Dari sisi teknologi, kendaraan ini didukung oleh GAIA Complete Domain Intelligent Control System yang memungkinkan pengendalian secara real-time di berbagai kondisi medan baik kemampuan menaklukkan gunung maupun menyeberangi sungai. Sistem Ark amphibious all-terrain sealing dengan standar IP68 memastikan seluruh komponen tetap terlindungi tetap terlindungi saat terendam, sementara Super Ark 800V silicon carbide thruster menghasilkan daya dorong optimal untuk menghadapi arus deras. Dukungan Super Ark Intelligent Navigation Stability System menjaga keseimbangan kendaraan secara real-time, dan sistem Ark Precision Control System memastikan arah tetap stabil di permukaan air. Teknologi ketahanan air ini memungkinkan komponen inti tetap berfungsi meski terendam dalam waktu lama, dan kini telah menjadi standar pada seluruh lini G700. Kapabilitas ini turut mengantarkan JETOUR G700 ditetapkan sebagai “Official Designated Vehicle for Emergency Rescue and Support” oleh Fujian Shuguang Rescue Center. “Melalui pengujian ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan JETOUR tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat memberikan perlindungan nyata bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun. Ini merupakan bagian dari komitmen JETOUR dalam menghadirkan teknologi yang telah teruji secara nyata untuk mendukung kebutuhan mobilitas yang semakin beragam,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia. Pengujian di Sungai Minjiang ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana pengembangan teknologi JETOUR diarahkan pada kebutuhan konsumen saat ini, tidak hanya dari sisi performa, tetapi juga fungsionalitas dan aspek keselamatan dalam berbagai situasi. Dari Sungai Yangtze hingga Sungai Minjiang, JETOUR G700 menunjukkan konsistensi inovasi dalam pengujian kebutuhan nyata. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri otomotif Tiongkok yang terus mencatatkan lompatan signifikan, khususnya dalam kendaraan energi baru dan teknologi cerdas. Hal ini juga merupakan salah satu representasi bagaimana inovasi otomotif mampu mendorong ekonomi lokal, meningkatkan keselamatan masyarakat, serta mendukung pelestarian nilai budaya melalui pendekatan teknologi.
Desain Mobil China Kini Diakui Dunia: Dari Peniru Jadi Trendsetter
Beberapa tahun lalu, desain mobil China sering mendapat stigma negatif. Banyak yang menilai tampilannya terlalu meniru brand Eropa atau Jepang, bahkan dianggap kurang punya identitas sendiri. Namun kini, pandangan itu mulai berubah drastis. Mobil-mobil China justru semakin sering dipuji karena desainnya yang berani, modern, dan futuristik.Transformasi ini bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari strategi jangka panjang yang sangat serius. Salah satu kunci perubahan desain mobil China adalah rekrutmen besar-besaran desainer top dunia. Banyak brand China kini dipimpin oleh mantan desainer dari BMW, Audi, Mercedes-Benz, hingga Volkswagen. Hasilnya terlihat jelas: bahasa desain mobil China menjadi lebih matang, proporsional, dan punya karakter kuat. Tidak lagi sekadar “mirip”, tapi mulai punya ciri khas sendiri. Berbeda dengan brand konvensional yang cenderung bermain aman, banyak brand China justru berani mengambil risiko desain. Lampu depan tipis ekstrem, garis bodi tajam, siluet futuristik, hingga interior minimalis dengan layar besar kini jadi identitas baru. Brand seperti Zeekr, Avatr, NIO, IM Motors, hingga Yangwang sering disebut sebagai contoh mobil China dengan desain yang “terlihat mahal” dan visioner, bahkan saat diparkir di samping mobil Eropa. Jika eksterior memikat dari kejauhan, interior mobil China sering kali jadi kejutan besar. Kabin dirancang seperti living space digital — layar besar, pencahayaan ambient dramatis, material modern, serta antarmuka yang intuitif. Bagi konsumen muda, desain interior ini terasa jauh lebih relevan dibanding pendekatan klasik ala mobil premium lama. Keunggulan desain mobil China tidak berdiri sendiri, melainkan sangat terintegrasi dengan teknologi. Bentuk dashboard, layout kabin, hingga desain setir dan konsol tengah dibuat untuk mendukung sistem infotainment, AI assistant, dan fitur connected car. Ini membuat mobil China terasa seperti produk teknologi yang bergerak, bukan sekadar alat transportasi. Kini, pujian terhadap desain mobil China tidak hanya datang dari konsumen lokal, tetapi juga dari media dan pengamat otomotif global. Di beberapa pameran otomotif internasional, mobil China bahkan kerap disebut sebagai salah satu yang paling menarik secara visual. Persepsi lama perlahan runtuh: mobil China tidak lagi identik dengan desain murahan atau tiruan. Perubahan ini menandai fase baru industri otomotif China. Dari yang dulu belajar dan mengikuti, kini mereka mulai menentukan arah desain global — terutama di era mobil listrik dan smart car, di mana aturan desain lama tidak lagi sepenuhnya relevan. Ke depan, bukan tidak mungkin justru brand Eropa dan Jepang yang mulai menyesuaikan diri dengan selera desain yang dipopulerkan oleh China.
Brand Otomotif China Mulai “Mengusir” Merek Barat di Kandangnya Sendiri
Pasar otomotif China sedang mengalami perubahan besar. Dalam beberapa tahun terakhir, dominasi merek-merek Barat seperti BMW, Mercedes-Benz, Audi, hingga Porsche mulai goyah — dan penyebab utamanya datang dari dalam negeri sendiri: brand otomotif China. Jika dulu mobil lokal China dipandang sebagai pilihan ekonomis dengan kualitas standar, kini situasinya berbalik. Konsumen China justru semakin percaya diri memilih mobil buatan negaranya sendiri, terutama di segmen kendaraan listrik dan smart car. Brand China seperti BYD, Geely, NIO, Zeekr, Changan, hingga SAIC menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi: teknologi canggih, fitur melimpah, dan harga yang jauh lebih kompetitif. Di kelas harga yang sama, mobil China sering kali sudah dibekali layar besar, sistem infotainment berbasis AI, advanced driver assistance system (ADAS), serta pembaruan perangkat lunak OTA. Sementara itu, mobil Barat masih banyak mengandalkan nama besar dan warisan brand. Bagi konsumen China yang sangat tech-oriented, nilai ini menjadi faktor penentu. Tekanan ini terlihat jelas dari performa brand Barat di China. Beberapa merek premium Eropa mengalami penurunan penjualan yang signifikan, terutama di segmen EV. Bahkan, ada langkah ekstrem seperti Porsche yang memutuskan menutup jaringan charging eksklusifnya di China, karena dinilai tidak lagi relevan dan sulit bersaing dengan ekosistem lokal. Langkah ini menjadi simbol bahwa brand Barat kini harus beradaptasi keras — atau berisiko kehilangan pangsa pasar lebih besar. Perubahan terbesar justru datang dari perilaku konsumen China sendiri. Loyalitas terhadap brand asing mulai menurun. Mobil lokal tidak lagi dianggap “opsi kedua”, melainkan pilihan utama yang lebih masuk akal secara teknologi dan nilai. Bagi generasi muda China, brand lokal kini terasa lebih modern, lebih connected, dan lebih sesuai dengan gaya hidup digital mereka. Menariknya, brand China juga tidak lagi hanya bermain di segmen harga terjangkau. Banyak pabrikan mulai mendorong sub-brand premium dengan positioning lebih tinggi, baik dari sisi desain, performa, maupun teknologi. Ini membuat persaingan semakin panas, bahkan langsung berhadapan dengan brand premium Eropa di kelas yang sama. Meski brand Barat belum sepenuhnya tersingkir, jelas bahwa keseimbangan kekuatan telah berubah. China tidak lagi sekadar pasar besar bagi pabrikan global, melainkan juga medan tempur yang sangat kompetitif — dengan brand lokal sebagai pemain utamanya. Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah brand China bisa mengalahkan brand Barat di pasar domestik, melainkan seberapa jauh dominasi itu akan meluas ke pasar global.

Test Drive Report

Test Drive Report Aletra L8 EV: Gak Berasa Mobil Gede

Test Drive Report XPENG G6: Koq Bisa EV Startup Seenak Ini

Test Drive GAC AION UT: Paket Komplit Hatchback EV

Test Drive BYD ATTO 1: Harganya Gak Sesuai

bottom of page